6 Cara Mengatasi No Bootable Device Found di Laptop

Abockbusup.com – Apakah saat ini kamu sedang menjumpai pesan no bootable device ketika menghidupkan laptop? Jika iya, maka wajib mengetahui cara mengatasi no bootable device. No bootable device berarti bahwa bagian sistem operasi Windows tidak bisa menemukan perangkat penyimpanan.

Khususnya penyimpanan yang berisi file boot maupun drive yang dibutuhkan untuk melakukan boot system. Sementara perangkat penyimpanan yang dimaksud di sini bisa meliputi drive CD-ROM, HDD, SSD atau USB flash Drive.

Mengapa Laptop No Bootable Device?

Bootable device bisa saja terjadi pada saat komputer tidak bisa menemukan perangkat maupun file yang memboot system. Terdapat beberapa faktor yang memungkinkan permasalahan tersebut muncul. Baik itu dari segi hard drive ataupun partisi yang bisa diboot tak terdeteksi.

Sementara urutan boot yang salah atau komputer yang diatur pada proses booting berasal dari perangkat yang memang tidak bisa dilakukan boot. Ada juga kemunculan no bootable device yang bisa dipicu karena kerusakan di bagian master boot record, file sistem operasi maupun hard drive.

Laptop no bootable device berarti bahwa bagian sistem operasi Windows tidak dapat menemukan perangkat penyimpanan yang sedang digunakan untuk melakukan booting. Ternyata permasalahan no bootable device juga lebih memungkinkan bagi laptop memunculkan pesan error.

Kondisi tersebut memunculkan bunyi “operating system not found” Lalu apa yang menjadi penyebab mengapa laptop muncul no bootable device? Berikut ini penjelasan selengkapnya:

  • Terjadinya kerusakan di bagian sistem operasi laptop.
  • Adanya kerusakan di bagian hardware atau tidak ada kemampuan untuk menampung file baru.
  • Perangkat laptop yang digunakan terkena virus.
  • Terjadinya kesalahan konfigurasi pada BIOS.

Cara Mengatasi No Bootable Device di Laptop

Sebenarnya cara mengatasi no bootable device yang terjadi pada laptop bisa dilakukan dengan sangatlah mudah. Tentu hal ini bisa dicoba ketika kamu sudah mengetahui hal apa saja yang menjadi penyebabnya. Langsung saja, berikut tips yang bisa diikuti, di antaranya:

Baca Juga:  7 Cara Mengatasi Windows Error Recovery Terbaru

1. Lepas Pasang Semua Komponen Hardware

Untuk langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu dengan mencoba melepas kemudian memasang kembali seluruh komponen di hardware. Pastikan terlebih dahulu bahwa laptop berada dalam kondisi mati. Setelah itu lepaskan semua komponen hardware, lalu pasang kembali dengan benar.

Langkah ini secara tidak langsung bisa membantu kamu agar melakukan pemeriksaan terhadap kemampuan BIOS untuk mendeteksi sistem Hard drive. Lalu hidupkan kembali laptop agar bisa memastikan bahwa permasalahan sudah teratasi.

2. Mengecek Urutan Boot

Urutan boot yang tidak sesuai hasilnya bisa menimbulkan adanya kendala yang berupa hard drive dan hal ini tidak dapat diboot. Dengan demikian, pastikan terlebih dahulu bahwa sistem hard drive yang ada di laptop berada pada urutan yang pertama di boot.

Dengan cara inilah, maka no bootable device tidak akan muncul lagi. Untuk melakukan pengecekan, silakan mengikuti langkah berikut:

  • Pertama, lakukan restart
  • Setelah itu tekan tombol tertentu. Bisa Del, F2, F10, atau yang lainnya, karena masing-masing jenis dan merek laptop berbeda.
  • Kemudian silakan masuk ke bagian pengaturan
  • Selanjutnya kliktombol panah kanan pada keyboard.
  • Arahkan ke bagian sistem hard drive ke atas daftar urutan.
  • Proses selesai.

3. Setel Ulang Partisi Utama

Keberhasilan dari sistem operasi memang didukung karena adanya partisi utama yang dalam kondisi aktif. Dengan hal ini, penting bagi kamu agar melakukan setel ulang partisi utama supaya aktif. Dengan demikian, pesan no bootable device tidak akan muncul. Langkah-langkahnya seperti berikut:

  • Langsung saja, masukkan DVD instalasi Windows.
  • Lalu lakukan proses boot.
  • Pilih bahasa dan tampilan keyboard.
  • Selanjutnya, klik repair your computer.
  • Silakan klik
  • Lalu pilih command prompt. Hal ini berlaku untuk pengguna Windows 8 dan Windows 10.
  • Jika kamu menggunakan Windows 7, silakan pilih sistem recovery option.
  • Kemudian klik menu use recovery tool that can help.
  • Klik tombol
  • Setelah itu pilih command prompt.
Baca Juga:  7 Cara Mengatasi Printer Epson L3110 Lampu Merah Menyala

Di bagian jendela command prompt, silakan kamu menuliskan perintah satu persatu seperti berikut:

  • Lit disk
  • select disk 0:
  • list partition
  • select partition 1:
  • Active
  • Langkah yang terakhir tinggal menekan tombol enter

4. Memperbaiki BMC dan MBR

Cara mengatasi no bootable device selanjutnya yaitu dengan menerapkan atau memperbaiki informasi boot MBR dan BCD. Untuk cara ini dapat dilakukan apabila MBR dan BMD mengalami kerusakan akibat serangan virus atau pemadaman listrik.

Jika ingin memperbaiki informasi boot, maka kamu harus dapat mengakses command prompt terlebih dahulu. Setelah itu tinggal memasukkan perintah yang ada di bawah berikut:

  • Bootrec /fixmbr
  • Bootrec /fixboot
  • Bootrec /scanos
  • Bootrec /rebuildbcd

5. Memeriksa Hardisk

Cara mengatasi no bootable device Acer selanjutnya yaitu dengan memastikan apakah bagian hardisk perangkat sudah terbaca atau tidak. Apabila hardisk tidak terbaca, sudah sewajarnya apabila bagian sistem perangkat juga tidak dapat membaca file dari sistem operasi.

Untuk file sistem operasi tersedia pada hardisk yang terpasang. Untuk melakukan pemeriksaan apakah hardisk tersebut terbaca atau tidak, silakan mengikuti cara mengatasi no bootable device berikut:

  • Pertama masuk saja ke mode BIOS ketika proses booting berjalan. Caranya dengan menekan tombol
  • Ketika sudah masuk ke mode BIOS, silahkan klik tombol
  • Dari sinilah, kamu dapat melakukan pemeriksaan keterbacaan hardisk. Contohnya apabila berada di kolom sata 2, maka akan terdeteksi merk HDD atau SSD yang sedang digunakan. Artinya bahwa hardisk tersebut bisa terbaca.
  • Apabila tidak terbaca, secara keseluruhan kolom sata akan bertuliskan not detected.

6. Lepas Pasang Hardisk

Untuk cara yang terakhir ini bisa dilakukan apabila kondisi hardisk tidak terbaca. Ikuti instruksi berikut:

  • Sebelum melepas harddisk, pastikan laptop sudah dalam kondisi mati.
  • Lalu bongkar casing
  • Cari letak harddisk, kemudian putuskan koneksi kabelnya.
  • Lalu pasang ulang hardisk sesuai pengencangan yang sebelumnya digunakan.
  • Kemudian hubungkan kembali kabel dengan benar.
  • Pastikan bahwa semua koneksi sudah terpasang dengan kuat.
  • Lalu tutup casing
  • Lakukan pemeriksaan BIOS agar bisa memastikan apakah hard drive terbaca atau tidak.
  • Apabila masih tidak terbaca, bisa saja harddisk mengalami kerusakan.
Baca Juga:  10 Cara Mengatasi Wifi Menolak Akses di HP atau Laptop

Untuk bisa memastikan apakah hardisk rusak atau tidak, maka bisa mencoba untuk memasangkannya ke perangkat lain.

FAQ

  1. Apa Pengertian No Bootable Device?

No bootable device memiliki arti bahwa bagian sistem operasi Windows tidak bisa menemukan perangkat penyimpanan berisi file board maupun drive yang dibutuhkan untuk melakukan boot system.

  1. Perangkat Penyimpanan Apa Saja yang Dapat Digunakan untuk Membuat Sistem?

Untuk perangkat penyimpanan yang dapat digunakan untuk membuat sistem bisa berupa SSD, HDD, DVD, USB flash drive, dan drive CD ROM.

  1. Apakah Urutan dari Boot Dapat Mempengaruhi Munculnya No Bootable Device?

Perlu diketahui bahwa urutan boot yang tidak sesuai maka bisa menimbulkan kendala yang berupa hard drive tidak bisa dilakukan bot. Pastikan bahwa hard drive pada sistem laptop berada di urutan pertama pada boot. dengan cara inilah, maka no bootable device tidak akan muncul kembali.

Kemunculan error pada laptop biasanya akan muncul tulisan no bootable device. Hal ini bisa dijumpai ketika sedang menyalakan laptop. Untuk penyebabnya sangat beragam. Baik itu adanya kerusakan di hardisk atau laptop yang terkena virus.

Untuk mengatasinya, silakan mengikuti cara mengatasi no bootable device seperti apa yang sudah diutarakan di atas.

Baca Juga: